Tips-tips memperbaiki CD-DVD yang tergores
CD atau DVD jika tidak dijaga dengan baik maka akan mengalami kerusakan di permukaannya, misalnya goresan goresan yang menyebabkan CD/DVD tersebut susah dibaca lagi. Sebelum melakukan hal ini, perlu dicek terlebih dahulu bahwa kondisi CD-ROM atau DVD-ROM/RW kita masih bagus, karena CD/DVD-ROM/RW yang sudah lama, kemampuan bacanya akan berkurang. Sehingga bisa jadi kusulitan membaca itu juga karena umurnya sudah lama dan sering sekali dipakai. Untuk memastikan hal ini, bias dicoba di beberapa komputer lain.Berbagai cara berikut bisa dilakukan, seperti dengan Pasta gigi, Vaseline, Pledge, Brasso atau dengan Pisang dan kulitnya.
Membersihkan goresan CD/DVD dengan Pasta Gigi
Karena hampir semua orang mempunyai pasta gigi, mungkin cara ini yang perlu dicoba pertama kali. Caranya:
• Siapkan CD/DVD yang permukaannya tergores baik sedikit atau banyak
Siapkan kain, kapas atau tissu yang lembut
• Ambil pasta gigi, oleskan pada kain dan usapkan pada permukaan CD/DVD.
• Gosok berulang-ulang dengan lembut sampai terlihat goresannya menghilang atau mulai hilang.
• Setelah selesai, bersihkan dengan air kemudian tinggal di test.
Membersihkan dengan Vaseline
Bagi anda yang mempunyai Vaseline, bisa juga digunakan untuk membersihkan atau memperbaiki CD/DVD yang tergores. Caranya mirip dengan pasta gigi. Gunakan kain yang lembut dan oleskan vaseline di kain kemudian bersihkan permukaan CD/DVD yang tergores, ulangi sampai terlihat goresannya hilang atau terlihat bersih.
Membersihkan dengan Pisang
• Siapkan CD/DVD yang tergores/kotor
• Ambil pisang, kupas dan gosokkan pisang di permukaan CD/DVD secara memutar
• Seka dengan kulit pisangnya. Bagian lilin dari kulit pisang akan membantu memperbaiki dan membersihkan permukaan CD/DVD
• Ambil kain yang bersih dan lembut kemudian bersihkan permuakaan CD-nya dengan gerakan memutar dan tekanan yang ringan, selama 3-4 menit
• Setelah selesai bersihkan dengan pembersih kaca jika ada.
Membersihkan dengan Pledge
Pledge yang biasanya digunakan untuk membersihkan furniture atau perabot rumah tangga, bisa juga digunakan untuk membersihkan CD/DVD yang tergores. Caranya sama dengan sebelumnya, semprotkan Pledge di keping CD/DVD kemudian gosok dengan kain yang lembut secara perlahan, sehingga goresan di CD akan tertutupi oleh lapisan lilin.
Membersihkan CD dengan Brasso
Jika berbagai cara diatas tidak berhasil, Brasso bisa dijadikan alternatif. Caranya mirip seperti di atas, gunakan kain yang lembut, kemudian teteskan brasso di kain tersebut. Gunakan untuk mengelap permukaan CD sampai terlihat goresan menghilang atau menjadi halus kembali. Setelah selesai bersihkan dan coba CD tersebut.
Berbagai cara diatas bisa dicoba dan di praktekkan, tetapi untuk CD atau DVD dengan kerusakan yang parah (goresan sangat dalam atau sangat banyak), mungkin tidak akan mudah, meskipun tidak ada salahnya untuk dicoba. Tips ini diambil dari berbagai sumber, semoga bermanfaat
Hanya sebuah blog pribadi yang digunakan sebagai media untuk menulis dan mengekspresikan diri lewat kata-kata.
Tampilkan postingan dengan label Accessories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Accessories. Tampilkan semua postingan
Jumat, 05 November 2010
Tips dan Trik Memperbaiki CD/DVD yang Tergores
Label:
Accessories
Cara Cerdas dan Cermat Memilih Laptop
Cara Cerdas Memilihnya Notebook or Laptop
Belakangan ini penjualan laptop murah semakin merajalela. Dari laptop-laptop teratas seperti Toshiba, IBM alias Lenovo, HP, Acer, sampai para pendatang baru seperti ECS, A Note, dan Benq, semua pasang advertensi. Dengan uang Rp 5 jutaan, siapa pun bisa bawa pulang laptop keren dan gaya.
Dari belasan merek dan jenis laptop yang bertebaran itu kira-kira mana yang cocok untuk Anda?
Berikut ini sebagian faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih laptop. Siapa tahu berguna.
1. Tentukan batas kisaran harga
Menurut para konsultan finansial sebaiknya kita membeli berdasarkan KEBUTUHAN bukan KEINGINAN bukan pula GENGSI. (gengsi aja kok nggak boleh)
2. Aplikasi apa yang sering dipakai:
o Kalau cuma buat ngetik, bikin presentasi powerpoint, excel, internetan, sesekali photoshop kelas Intel Celeron atau AMD Sempron pun sudah cukup. Bahkan banyak sudah dilengkapi akses Wifi. Tak perlu beli laptop dg prosesor Centrino yg mahal. Celeron/Sempron pun kuat buat Photosop-an, Corel Draw, bahkan juga QuarkExpress (desain utk bikin koran seperti yang dipakai Koran Tempo)–sudah dites di rumah. Kalau mau lebih bertenaga dg laptop murah, upgrade sendiri memori atau RAM dari 256 MB –> 512 MB. Karena Windows XP itu seperti Linux kalau dipasang di komputer bermemori 256 MB memang kurang greng
o Kalau buat yg suka ngoprek program komputer, desain grafis yang berat, memang lebih enak pake prosesor kelas atas seperti Core 2, AMD Turion. Centrino atau Core Solo biasa pun sebenarnya juga sudah lumayan lah.
o Dan ingat laptop-laptop prosesor Core Duo itu saat ini pun tidak bisa running 100 persen seperti yang diinginkan produsennya. Karena, prosesor Core 2 menuntut software baru yang cocok untuk “otaknya”. Dan sekarang ini software itu masih sedikiiiiit sekali. Baru Windows Vista doang (itu pun baru dilaunch). Jadi, aspek kecepatan yang diharapkan dari kerja laptop Core 2 ini ya.. ndak terlalu dramatik..
3. Seberapa mobile Anda
o Semakin mobile pilih yang kecil dan ringan. Rata-rata laptop beratnya 2,3-2,5 kg. Laptop ini buat ngeliput kerusuhan seperti di Tasikmalaya (Beberapa tahun silam) atau Poso–artinya dibawa di ransel jalan keliling kota lebih dari 2 jam–bikin pundak pegelnya lumayan. Idealnya sih buat wartawan cari yg enteng di bawah 2 kg cuma mahal. Namun, kalau dipake kerjanya cuma di kantor atau 1-2 bulan sekali kerja di kafe sih berat 2,3-2,5 kg sih masih oke.
o Semakin mobile pilih baterai yang tahan lama. Rata-rata laptop sih baterainya 2,5 - 3 jam. Yang ultra low voltage seperti keluaran Fujitsu, Sony Vaio, Toshiba Portege bisa 4-7 jam.
o Bagi pengguna yang bukan high frequent flyer kelas baterai yg 2,5-3 jam pun sudah cukup. (Emang seberapa kuat sih kita kerja di kafe seperti Starbucks? mendingan ngelihatin tamu kafe atau baristanya kan daripada kerja, hehehe)
4. Layar
o Yang suka kecil tentu saja pilih layar 8, 10, 11 atau 12 inchi –> sayangnya yg kecil ini biasanya lebih mahal
o Yang sedang-sedang sih 13 atau 14 inchi. Yang 15 inchi biasanya lebih murah lagi. Ingin lebar tapi nggak pingin kelihatan gede pilih yang wide screen. Layar 13 wide sreen lumayan, tak terlalu kecil atau gede.
o Yang buat desain ya enaknya 17 inchi
5. Yang perlu diingat pula laptop yang sudah kita beli itu cenderung harganya terjun bebas.
Dalam 2 tahun laptop bekas itu bisa turun harganya 2-4 juta. Jadi kalau beli mahal-mahal pertimbangkan pula penyusutan nilai yg gila-gilaan. Kalau saya sih lebih suka membeli laptop yang tak terlalu canggih mengingat toh harganya 2-4 tahun akan drop habis-habisan dan menjual kembali laptop itu tak gampang. Pilih teknologi medium, dengan harga menengah mungkin salah satu alternatif yang patut dipertimbangkan karena dari sisi teknologi tak ketinggalan amat, dari harga juga ngga nguras kantong banget.
6. Reputasi merek
o IBM (sekarang Lenovo) — desain kaku (tipe yg terakhir aja agak manis seperti Z61), tapi kuat dan bandel, ukuran keyboard paling pas di tangan
o Acer — merek taiwan desain manis, klaim nya sih nomor satu di Eropa tahun 2006
o Toshiba — pernah bertahun-tahun jadi laptop no 1 di dunia dan di Indonesia, lumayan bandel
o ECS — merek Taiwan , katanya sih ok juga
o Dell –keren untuk tipe yang Inspiron seperti punya mas Wawan (Teknologi)
o Sony Vaio — Hfff… desain yang tipe TX kereeen banget kecil dan imut-imut. Sayang harganya masih di 18-20 juta.
o Hp/Compaq — Malangnya aku tak pernah suka desainnya
o Fujitsu — yang tipe kecilnya keren.. walau tak selucu Vaio
o Powerbook — cool and different, tipis, tapi berat dan tak cocok bagi pengoprek komputer karena sistem operasinya Macintosh.
Faktor lainnya sih cuma asesoris seperti koneksi bluetooth, infra merah, pengaman dg sidik jari, pembaca kartu SD. Semuanya bisa jadi pertimbangan minor.
Belakangan ini penjualan laptop murah semakin merajalela. Dari laptop-laptop teratas seperti Toshiba, IBM alias Lenovo, HP, Acer, sampai para pendatang baru seperti ECS, A Note, dan Benq, semua pasang advertensi. Dengan uang Rp 5 jutaan, siapa pun bisa bawa pulang laptop keren dan gaya.
Dari belasan merek dan jenis laptop yang bertebaran itu kira-kira mana yang cocok untuk Anda?
Berikut ini sebagian faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih laptop. Siapa tahu berguna.
1. Tentukan batas kisaran harga
Menurut para konsultan finansial sebaiknya kita membeli berdasarkan KEBUTUHAN bukan KEINGINAN bukan pula GENGSI. (gengsi aja kok nggak boleh)
2. Aplikasi apa yang sering dipakai:
o Kalau cuma buat ngetik, bikin presentasi powerpoint, excel, internetan, sesekali photoshop kelas Intel Celeron atau AMD Sempron pun sudah cukup. Bahkan banyak sudah dilengkapi akses Wifi. Tak perlu beli laptop dg prosesor Centrino yg mahal. Celeron/Sempron pun kuat buat Photosop-an, Corel Draw, bahkan juga QuarkExpress (desain utk bikin koran seperti yang dipakai Koran Tempo)–sudah dites di rumah. Kalau mau lebih bertenaga dg laptop murah, upgrade sendiri memori atau RAM dari 256 MB –> 512 MB. Karena Windows XP itu seperti Linux kalau dipasang di komputer bermemori 256 MB memang kurang greng
o Kalau buat yg suka ngoprek program komputer, desain grafis yang berat, memang lebih enak pake prosesor kelas atas seperti Core 2, AMD Turion. Centrino atau Core Solo biasa pun sebenarnya juga sudah lumayan lah.
o Dan ingat laptop-laptop prosesor Core Duo itu saat ini pun tidak bisa running 100 persen seperti yang diinginkan produsennya. Karena, prosesor Core 2 menuntut software baru yang cocok untuk “otaknya”. Dan sekarang ini software itu masih sedikiiiiit sekali. Baru Windows Vista doang (itu pun baru dilaunch). Jadi, aspek kecepatan yang diharapkan dari kerja laptop Core 2 ini ya.. ndak terlalu dramatik..
3. Seberapa mobile Anda
o Semakin mobile pilih yang kecil dan ringan. Rata-rata laptop beratnya 2,3-2,5 kg. Laptop ini buat ngeliput kerusuhan seperti di Tasikmalaya (Beberapa tahun silam) atau Poso–artinya dibawa di ransel jalan keliling kota lebih dari 2 jam–bikin pundak pegelnya lumayan. Idealnya sih buat wartawan cari yg enteng di bawah 2 kg cuma mahal. Namun, kalau dipake kerjanya cuma di kantor atau 1-2 bulan sekali kerja di kafe sih berat 2,3-2,5 kg sih masih oke.
o Semakin mobile pilih baterai yang tahan lama. Rata-rata laptop sih baterainya 2,5 - 3 jam. Yang ultra low voltage seperti keluaran Fujitsu, Sony Vaio, Toshiba Portege bisa 4-7 jam.
o Bagi pengguna yang bukan high frequent flyer kelas baterai yg 2,5-3 jam pun sudah cukup. (Emang seberapa kuat sih kita kerja di kafe seperti Starbucks? mendingan ngelihatin tamu kafe atau baristanya kan daripada kerja, hehehe)
4. Layar
o Yang suka kecil tentu saja pilih layar 8, 10, 11 atau 12 inchi –> sayangnya yg kecil ini biasanya lebih mahal
o Yang sedang-sedang sih 13 atau 14 inchi. Yang 15 inchi biasanya lebih murah lagi. Ingin lebar tapi nggak pingin kelihatan gede pilih yang wide screen. Layar 13 wide sreen lumayan, tak terlalu kecil atau gede.
o Yang buat desain ya enaknya 17 inchi
5. Yang perlu diingat pula laptop yang sudah kita beli itu cenderung harganya terjun bebas.
Dalam 2 tahun laptop bekas itu bisa turun harganya 2-4 juta. Jadi kalau beli mahal-mahal pertimbangkan pula penyusutan nilai yg gila-gilaan. Kalau saya sih lebih suka membeli laptop yang tak terlalu canggih mengingat toh harganya 2-4 tahun akan drop habis-habisan dan menjual kembali laptop itu tak gampang. Pilih teknologi medium, dengan harga menengah mungkin salah satu alternatif yang patut dipertimbangkan karena dari sisi teknologi tak ketinggalan amat, dari harga juga ngga nguras kantong banget.
6. Reputasi merek
o IBM (sekarang Lenovo) — desain kaku (tipe yg terakhir aja agak manis seperti Z61), tapi kuat dan bandel, ukuran keyboard paling pas di tangan
o Acer — merek taiwan desain manis, klaim nya sih nomor satu di Eropa tahun 2006
o Toshiba — pernah bertahun-tahun jadi laptop no 1 di dunia dan di Indonesia, lumayan bandel
o ECS — merek Taiwan , katanya sih ok juga
o Dell –keren untuk tipe yang Inspiron seperti punya mas Wawan (Teknologi)
o Sony Vaio — Hfff… desain yang tipe TX kereeen banget kecil dan imut-imut. Sayang harganya masih di 18-20 juta.
o Hp/Compaq — Malangnya aku tak pernah suka desainnya
o Fujitsu — yang tipe kecilnya keren.. walau tak selucu Vaio
o Powerbook — cool and different, tipis, tapi berat dan tak cocok bagi pengoprek komputer karena sistem operasinya Macintosh.
Faktor lainnya sih cuma asesoris seperti koneksi bluetooth, infra merah, pengaman dg sidik jari, pembaca kartu SD. Semuanya bisa jadi pertimbangan minor.
Label:
Accessories
Senin, 27 September 2010
Perbedaan CD dan DVD
Beda CD dengan DVD
CD(Compact Disc) dan DVD (Digital versatile Disc ato Digital Video Disc) Drive jaman sekarang ini sudah jadi perangkat wajib buat komputer. Persis kayak Drive Disket di sepuluh tahun lalu. Pemakai Komputer bakal kesulitan kalo dikomputernya ga ada Drive CD atau DVD. Sekarang hampir semua produsen software, film dan musik memakai cd ato dvd buat distribusinya, Gimana mau nginstal OS kalo ga ada drive CDnya. Bisa sih pake flashdisk, tapi harganya yang bisa puluhan kali lipat dari harga DVD dengan kapasitas yang sama. Karena itulah CD dan DVD masih eksis sampai sekarang. Bicara soal kapasitas (dan saya fokusnya ke kapasitas), keduanya punya kapasitas yang bedanya jauh banget (700 MB buat CD, 4700 MB buat DVD), kapasitas DVD bisa nyampe 7 kalinya CD, padahal dengan ukuran dan tebal yang sama, kenapa bisa begitu? Itu yang akan saya bahas. Pengin tau? Baca terus.
Panjang Gelombang Sinar Laser
Keduanya sama-sama pakai sinar laser merah untuk pembaca datanya. Bedanya ada di panjang gelombang. Sinar laser merah pada CD panjang gelombangnya adalah 780 nm (nanometer, ato setara dengan satu per satu milyar meter (10^-9)) sedangkan DVD menggunakan sinar laser merah ber-panjang gelombang 650 nm. Pengaruhnya apa? Nanti saya jelaskan.
Numerical aperture (NA)/Diafragma
Besarnya NA atau Diafragma untuk CD Nilainya 0,45 dan untuk DVD nilainya 0,6. Semakin besar nilainya, semakin kecil titik fokus yang bisa dibuat oleh lensa. Besarnya diafragma mempengaruhi jarak lapisan data dengan mata laser.
Ketebalan keping adalah 1,2 mm, anggap saja lapisan yang mengkilap adalah lapisan atas dan lapisan yang berlabel adalah lapisan bawah. Pada CD Lapisan data terletak di lapisan bawah sendiri dan bersentuhan langsung dengan lapisan label. Sedangkan lapisan data DVD terletak di tengah-tengah keping, atau 0,6 mm dari lapisan atas. Atau kalo masih bingung lihat gambar.
Coba ambil keping cd yang sudah tak terpakai, coba gores labelnya dengan uang logam ato benda lain yang mirip. Ketika digores labelnya, lapisan datanya juga ikut terkelupas. Bila digores semuanya maka akan menghasilkan keping CD yang bening. Berbeda dengan DVD, bila digores labelnya, lapisan datanya akan tetap hidup tenang ditengah keping. Kurang Jelas? Liat gambar! .
Dari kedua perbedaan itu muncul perbedaan lainnya diantaranya:
Daya tahan
Daya tahan DVD lebih baik dari CD karena lapisan data DVD ada di tengah-tengah keping, jadi lapisan data DVD lebih terlindungi dari pada lapisan data pada CD. Lapisan data CD hanya dilapisi oleh lapisan label, bila lapisan label tergores, maka di bagian tergores itu hampir tidak bisa dibaca sama sekali, karena lapisan data sudah rusak. Nah beda lagi dengan DVD, bila bagian label atau bagian mengkilapnya tergores, lapisan datanya masih utuh ditengah-tengah. Selain itu pengkodean data di DVD lebih efisien dari pada CD, yang memungkinkan penanganan kesulitan pembacaan data pada keping tergores dengan lebih baik .
Kapasitas
Nah akan saya jelaskan pengaruh Numeric Aparture dan panjang gelombang. Keduanya mempengaruhi kepadatan/kerapatan data dan besar kecilnya lubang yang bisa dibentuk. Semakin kecil lubang datanya semakin besar kapasitasnya, jadi semakin kecil lubang-lubang data semakin banyak data yang bisa di tampung. Karena NA DVD lebih besar dari CD dan Panjang Gelombang sinar laser DVD lebih kecil dari CD maka kapasitas DVD jauh lebih besar dari CD meskipun ukurannya sama.
Biaya Produksi
Inilah mengapa keping DVD lebih mahal dari keping CD, meski ukuran dan ketebalanya sama. Proses pembuatan keping DVD lebih rumit, karena lapisan data DVD berada ditengah. Perlu 2 kali pelapisan plastik untuk membuat keping DVD utuh. Pada CD, lapisan datanya ditempatkan setelah pembuatan keping utuh, yang jelas lebih sederhana.
Keunggulan DVD tidak membuat pamor CD turun, sejak tahun 1996 (dimana DVD pertama kali dibuat) hingga sekarang DVD belum mampu mengganti secara total fungsi CD. Hingga sekarang CD masih eksis dan menjadi media penyimpanan optikal yang paling banyak dipakai orang (terutama Indonesia). Sekarang pun sudah dibuat pengganti DVD yang memiliki kapasitas lebih dari 5 kali lipat DVD. Yaitu HD-DVD dan Blu-Ray. Pada Artikel selanjutnya saya akan coba membahas perbedaan keduanya.
CD(Compact Disc) dan DVD (Digital versatile Disc ato Digital Video Disc) Drive jaman sekarang ini sudah jadi perangkat wajib buat komputer. Persis kayak Drive Disket di sepuluh tahun lalu. Pemakai Komputer bakal kesulitan kalo dikomputernya ga ada Drive CD atau DVD. Sekarang hampir semua produsen software, film dan musik memakai cd ato dvd buat distribusinya, Gimana mau nginstal OS kalo ga ada drive CDnya. Bisa sih pake flashdisk, tapi harganya yang bisa puluhan kali lipat dari harga DVD dengan kapasitas yang sama. Karena itulah CD dan DVD masih eksis sampai sekarang. Bicara soal kapasitas (dan saya fokusnya ke kapasitas), keduanya punya kapasitas yang bedanya jauh banget (700 MB buat CD, 4700 MB buat DVD), kapasitas DVD bisa nyampe 7 kalinya CD, padahal dengan ukuran dan tebal yang sama, kenapa bisa begitu? Itu yang akan saya bahas. Pengin tau? Baca terus.
Panjang Gelombang Sinar Laser
Keduanya sama-sama pakai sinar laser merah untuk pembaca datanya. Bedanya ada di panjang gelombang. Sinar laser merah pada CD panjang gelombangnya adalah 780 nm (nanometer, ato setara dengan satu per satu milyar meter (10^-9)) sedangkan DVD menggunakan sinar laser merah ber-panjang gelombang 650 nm. Pengaruhnya apa? Nanti saya jelaskan.
Numerical aperture (NA)/Diafragma
Besarnya NA atau Diafragma untuk CD Nilainya 0,45 dan untuk DVD nilainya 0,6. Semakin besar nilainya, semakin kecil titik fokus yang bisa dibuat oleh lensa. Besarnya diafragma mempengaruhi jarak lapisan data dengan mata laser.
Ketebalan keping adalah 1,2 mm, anggap saja lapisan yang mengkilap adalah lapisan atas dan lapisan yang berlabel adalah lapisan bawah. Pada CD Lapisan data terletak di lapisan bawah sendiri dan bersentuhan langsung dengan lapisan label. Sedangkan lapisan data DVD terletak di tengah-tengah keping, atau 0,6 mm dari lapisan atas. Atau kalo masih bingung lihat gambar.
Coba ambil keping cd yang sudah tak terpakai, coba gores labelnya dengan uang logam ato benda lain yang mirip. Ketika digores labelnya, lapisan datanya juga ikut terkelupas. Bila digores semuanya maka akan menghasilkan keping CD yang bening. Berbeda dengan DVD, bila digores labelnya, lapisan datanya akan tetap hidup tenang ditengah keping. Kurang Jelas? Liat gambar! .
Dari kedua perbedaan itu muncul perbedaan lainnya diantaranya:
Daya tahan
Daya tahan DVD lebih baik dari CD karena lapisan data DVD ada di tengah-tengah keping, jadi lapisan data DVD lebih terlindungi dari pada lapisan data pada CD. Lapisan data CD hanya dilapisi oleh lapisan label, bila lapisan label tergores, maka di bagian tergores itu hampir tidak bisa dibaca sama sekali, karena lapisan data sudah rusak. Nah beda lagi dengan DVD, bila bagian label atau bagian mengkilapnya tergores, lapisan datanya masih utuh ditengah-tengah. Selain itu pengkodean data di DVD lebih efisien dari pada CD, yang memungkinkan penanganan kesulitan pembacaan data pada keping tergores dengan lebih baik .
Kapasitas
Nah akan saya jelaskan pengaruh Numeric Aparture dan panjang gelombang. Keduanya mempengaruhi kepadatan/kerapatan data dan besar kecilnya lubang yang bisa dibentuk. Semakin kecil lubang datanya semakin besar kapasitasnya, jadi semakin kecil lubang-lubang data semakin banyak data yang bisa di tampung. Karena NA DVD lebih besar dari CD dan Panjang Gelombang sinar laser DVD lebih kecil dari CD maka kapasitas DVD jauh lebih besar dari CD meskipun ukurannya sama.
Biaya Produksi
Inilah mengapa keping DVD lebih mahal dari keping CD, meski ukuran dan ketebalanya sama. Proses pembuatan keping DVD lebih rumit, karena lapisan data DVD berada ditengah. Perlu 2 kali pelapisan plastik untuk membuat keping DVD utuh. Pada CD, lapisan datanya ditempatkan setelah pembuatan keping utuh, yang jelas lebih sederhana.
Keunggulan DVD tidak membuat pamor CD turun, sejak tahun 1996 (dimana DVD pertama kali dibuat) hingga sekarang DVD belum mampu mengganti secara total fungsi CD. Hingga sekarang CD masih eksis dan menjadi media penyimpanan optikal yang paling banyak dipakai orang (terutama Indonesia). Sekarang pun sudah dibuat pengganti DVD yang memiliki kapasitas lebih dari 5 kali lipat DVD. Yaitu HD-DVD dan Blu-Ray. Pada Artikel selanjutnya saya akan coba membahas perbedaan keduanya.
Label:
Accessories
Langganan:
Postingan (Atom)